Manfaat buah tin pada pasta

Tulisan ini copy dari program mahasiswa Manfaat buah tin untuk kanker

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PASTA FUNGSIONAL DARI BUAH TIN (Ficus carica L.)
BERPOTENSI MENCEGAH
PENYAKIT KARDIOVASKULAR DAN KANKER

Penyakit kardiovaskular (jantung koroner)  dan kanker yang mengancam masyarakat Indonesia dikaitkan dengan potensi nutrisi buah tin yang dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dan kanker. Dengan demikian didapat solusi berupa konsumsi
pangan fungsional.

Banyak penelitian menunjukkan konsumsi buah tin sangat penting karena menyehatkan tubuh dan menurunkan resiko terjadinya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan kanker. Buah tin mengandung serat dan antioksidan berupa fenol, benzaldehid, terpenoid, linalool, β-bourbonene, β-caryophyllene, hotrienol, dan eugenol. Buah tin juga mengandung asam lemak
tak jenuh berupa omega-3, omega-6, dan omega-9.

Salah satu solusi dalam pencegahan penyakit jantung dan kanker adalah menyediakan produk intermediate yang dapat digunakan secara luas dalam industri makanan dan minuman sehingga mempercepat perkembangan pangan fungsional. Produk intermediate tersebut berwujud pasta buah tin. Pasta tin dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan campuran untuk industri makanan (media pengalengan daging, pengalengan ikan, saus, jam/selai, dodol, dan lain-lain) dan minuman (sirup dan juice). Pembuatan pasta tin sangat sederhana yaitu melalui pencucian buah, pengupasan, blansir, penghancuran, penyaringan,
pemekatan, dan pengemasan. Pasta tin memiliki keunggulan di antaranya warna dan rasa alami, daya tahan lebih lama, mudah didistribusikan, dan meningkatkannilai tambah produk tin segar.

Mengenalkan masyarakat terhadap buah tin yang kaya antioksidan, omega-3, omega-6, omega-9 dan serat.

Penyakit kardiovaskular dan kanker dominan disebabkan oleh faktor diet yang tidak seimbang. Kelebihan asupan asam lemah jenuh dan asam lemak trans merupakan salah satu faktor diet yang mempertinggi resiko penyakit kardiovaskular. Sedangkan asupan zat-zat pengawet, pewarna sintetik yang dilarang dari makanan jajanan merupakan faktor diet yang mempertinggi resiko
penyakit kanker. Antioksidan dan serat sangat bermanfaat mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker. Omega-3, omega-6, dan omega-9 juga mampu menurunkan kolesterol jahat pada penderita kardiovaskular.

Buah tin mengandung zat gizi yang bermanfaat mencegah kanker dan kardiovaskular yaitu serat dan antioksidan berupa fenol, benzaldehid, terpenoid, linalool, β-bourbonene, β-caryophyllene, hotrienol, dan eugenol. Buah tin juga mengandung omega-3, omega-6, dan omega-9. Gagasan ketersediaan buah tin dalam bentuk pasta memperluas penggunaan buah tin sebagai pangan fungsional mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker di tengah masyarakat Indonesia.

Jika membutuhkan makalah penuh tentang pemanfaatan pasta tin untuk kanker dan penyakit kardiovaskular bisa pm admin jual bibit tin